Sistem pencahayaan cerdas (smart lighting) merupakan teknologi yang dapat mengatur nyala dan mati lampu secara otomatis sesuai kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem smart lighting berbasis sensor lux BH1750 dan algoritma genetika guna meningkatkan efisiensi energi. Data intensitas cahaya dikumpulkan dari sensor lux yang dihubungkan ke Arduino dan dikirim ke komputer melalui komunikasi serial untuk dianalisis menggunakan bahasa pemrograman Python. Algoritma genetika digunakan untuk mengoptimalkan jadwal nyala lampu dengan mempertimbangkan kebutuhan pencahayaan berdasarkan intensitas lux. Proses optimasi dilakukan melalui pembentukan populasi awal, evaluasi fitness berdasarkan kondisi terang dan gelap, seleksi menggunakan tournament selection, serta crossover dan mutasi untuk membentuk generasi baru. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem berhasil mengurangi waktu nyala lampu dari 12 jam menjadi 7 jam per hari, menghasilkan penghematan energi sebesar 41,67%. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kombinasi sensor lux dan algoritma genetika efektif dalam menciptakan sistem pencahayaan hemat energi yang adaptif terhadap kondisi pencahayaan harian.
Copyrights © 2025