Pendidikan abad ke-21 menuntut pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan kontekstual budaya. Salah satu pendekatan inovatif yang berkembang adalah model STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak penggunaan model STEAM berbasis pakaian adat Buton Kabaroko dalam membentuk literasi budaya dan literasi sains siswa sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Kota Ternate dengan subjek sebanyak 100 siswa kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental melalui pendekatan pretest-posttest control group design. Instrumen yang digunakan berupa tes literasi sains, angket literasi budaya, dan rubrik asesmen proyek STEAM. Prosedur pengumpulan data meliputi pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek STEAM dalam 6 pertemuan, diikuti pengukuran hasil pretest dan posttest, serta observasi partisipatif dan dokumentasi karya siswa. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test dan independent sample t-test untuk mengetahui signifikansi perubahan dan perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada literasi budaya dan literasi sains siswa setelah mengikuti pembelajaran STEAM berbasis Kabaroko (p < 0.05). Temuan ini memperkuat efektivitas integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran STEAM untuk membentuk kompetensi literasi yang bermakna dan kontekstual. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan kurikulum lokal yang adaptif dan berbasis budaya dalam pembelajaran sains di sekolah dasar. Direkomendasikan agar sekolah mengembangkan model pembelajaran berbasis STEAM dengan memasukkan unsur budaya lokal sebagai bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila.
Copyrights © 2025