Fenomena alih fungsi lahan dari pertanian ke sektor non-pertanian menjadi isu strategis dalam pembangunan daerah, terutama di wilayah semi-perkotaan seperti Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak alih fungsi lahan terhadap pembangunan daerah dari aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata ruang, serta merumuskan strategi pengelolaan yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, memanfaatkan data sekunder dari BPS dan berbagai sumber ilmiah terkait periode 2018–2023. Hasil kajian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan di Kendal memicu penurunan luas panen dan produksi padi, perubahan struktur ekonomi dari agraris ke industri-jasa, serta meningkatnya ketimpangan sosial dan urbanisasi. Dampak lingkungan ditandai dengan berkurangnya daya dukung lahan dan meningkatnya risiko banjir, sementara ketidaksesuaian implementasi tata ruang memperkuat urban sprawl. Kesimpulannya, alih fungsi lahan memberikan dampak multidimensional terhadap pembangunan daerah yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menghambat keberlanjutan wilayah. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang mencakup penguatan regulasi, perlindungan lahan pertanian, perencanaan partisipatif, peningkatan kesadaran masyarakat, dan pengembangan kawasan industri yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2025