Pemberantasan buta aksara merupakan salah satu tantangan utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemberantasan buta aksara melalui program Kelas Literasi Membaca Menulis Bercerita (CALISTA) yang dilaksanakan di Desa Lampoko. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar warga desa, khususnya mereka yang belum menguasai kemampuan membaca, menulis, dan bercerita dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CALISTA telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi peserta, khususnya dalam memahami dan menyampaikan cerita secara lisan maupun tulisan. Selain itu, program ini juga berhasil menciptakan suasana belajar yang inklusif, menarik, dan menyenangkan bagi peserta, sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program literasi. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas dan waktu yang terbatas, yang perlu diatasi untuk memperluas dampak dari program ini. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan keberlanjutan program CALISTA sebagai solusi efektif dalam pemberantasan buta aksara di pedesaan.
Copyrights © 2025