Bullying is a serious problem that has a negative impact on students' psychological health, including depression, anxiety, social isolation and low self-confidence. This study aims to explore the effectiveness of creative counseling as an intervention method in helping the healing process of bullying victims at school. Creative counseling consisting of music and drama art therapy functions as a means of emotional expression, stress reduction and improving social skills. This study uses a literature study method approach. Data were collected from various trusted scientific journal articles in the last 15 years. These findings indicate that art therapy can help victims express their trauma visually, while music therapy is effective in reducing symptoms of depression and anxiety. In addition, drama therapy helps victims rebuild self-confidence and improve social interaction through role-playing. The implementation of integrated creative counseling in schools also has a positive impact on the social environment, creating an inclusive and supportive school culture. The results of this study indicate that creative counseling can reduce the psychological impact of bullying by 30% -40% depending on the method used and the involvement of victims in the intervention process. These findings provide practical implications for school counselors, principals, and the government to integrate creative counseling into school guidance and counseling services. Further research is recommended to evaluate the long-term effectiveness and potential adaptation of this method in various cultural contexts. ABSTRAKBullying merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan psikologis siswa, termasuk depresi, anxiety, isolasi sosial dan rendahnya kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas konseling kreatif sebagai metode intervensi dalam membantu proses penyembuhan korban bullying di sekolah. Konseling kreatif yang terdiri dari terapi seni musik dan drama yang berfungsi sebagai sarana ekspresi emosional pengurangan stress dan peningkatan keterampilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai artikel jurnal ilmiah terpercaya dalam 15 tahun terakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi seni mampu membantu korban mengekspresikan trauma mereka secara visual, sementara terapi musik efektif dalam mengurangi gejala depresi dan kecemasan, Selain itu, terapi drama membantu korban membangun kembali kepercayaan diri dan meningkatkan interaksi sosial melalui permainan peran. Implementasi konseling kreatif secara terintegrasi di sekolah juga memberikan dampak positif pada lingkungan sosial, menciptakan budaya sekolah yang inklusif dan mendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling kreatif dapat mengurangi dampak psikologis dari bullying hingga 30%-40% tergantung pada metode yang digunakan dan keterlibatan korban dalam proses intervensi titik temuan ini memberikan implikasi praktis bagi konselor sekolah, kepala sekolah, dan pemerintah untuk mengintegrasikan konseling kreatif dalam layanan bimbingan konseling sekolah. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dan potensi adaptasi metode ini dalam berbagai konteks budaya.
Copyrights © 2025