Globalisasi budaya telah mempercepat arus masuk tren kuliner asing ke Indonesia, menciptakan dinamika baru dalam preferensi konsumen dan menghadirkan tantangan serius terhadap pelestarian kuliner tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tren kuliner asing seperti masakan Korea, Jepang, dan Barat memengaruhi eksistensi makanan tradisional Indonesia serta respons pelaku industri kuliner lokal. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara semi-struktural, ditemukan bahwa popularitas makanan asing semakin meningkat di kalangan generasi muda Indonesia, yang terdorong oleh media sosial dan budaya populer (Jang, 2020; Warde, 2016). Di sisi lain, makanan tradisional cenderung mengalami penurunan visibilitas dalam ruang publik urban. Namun, tren global ini juga membuka peluang inovasi lokal melalui proses glokalisasi, yakni penggabungan elemen internasional ke dalam cita rasa lokal (Robertson, 1995). Studi ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan budaya, edukasi gastronomi, dan penguatan identitas lokal dalam strategi pelestarian kuliner tradisional Indonesia di tengah gelombang globalisasi makanan.
Copyrights © 2025