Data awal dari wawancara dengan orang tua di Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa beberapa anak masih mengalami kesulitan dalam komunikasi verbal. Pada usia 4–5 tahun, anak-anak seharusnya sudah mulai menggunakan tata bahasa yang lebih kompleks, namun sebagian dari mereka masih merasa kesulitan. Ditemukan pula bahwa banyak orang tua cenderung berkomunikasi secara satu arah, yang membatasi kemampuan anak untuk mengungkapkan pikiran dan keinginannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data melalui kuesioner digital yang dibagikan melalui grup WhatsApp. Sebanyak 135 responden dari 14 kecamatan di Yogyakarta berpartisipasi dalam penelitian ini. Dengan menggunakan SPSS dan uji korelasi Pearson Product-Moment, diperoleh Nilai r hitung sebesar 0,515 (positif), dan nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,00 (< 0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan searah atau positif antara pola komunikasi orang tua dan kemampuan bahasa lisan anak usia 4–5 tahun. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pola komunikasi terbuka dalam mendukung perkembangan bahasa anak, khususnya di tengah tantangan pembelajaran jarak jauh.
Copyrights © 2024