Struktur kekuasaan dan tata kelola berperan penting dalam pengembangan rantai nilai kopi, khususnya kopi arabika yang memiliki potensi ekonomi yang besar. Tata kelola rantai nilai yang baik dapat memperkuat keseluruhan rantai nilai kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur tata kelola rantai nilai kopi arabika di Dataran Tinggi Gayo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei terhadap 85 aktor utama dalam rantai nilai kopi arabika. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan kerangka tata kelola rantai nilai yang dikembangkan oleh Gereffi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor dalam rantai nilai kopi arabika di Dataran Tinggi Gayo terdiri dari petani, pedagang pengumpul tingkat desa, pedagang pengumpul tingkat kecamatan, roastery, pengecer, serta koperasi dan eksportir. Sebagian besar kopi Arabika di Dataran Tinggi Gayo di ekspor keluar negeri dalam bentuk biji kopi green bean, dan sisanya dipasok ke roastery sebagai bahan baku pembuatan kopi sangrai dan kopi bubuk. Tata kelola rantai nilai kopi arabika di Dataran Tinggi Gayo dikategorikan sebagai tata kelola modular, dengan ciri-ciri kompleksitas yang tinggi pada proses transaksi, kodifikasi informasi yang tinggi, serta kapabilitas dari pemasok yang juga tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa untuk meningkatkan rantai nilai kopi arabika di Dataran Tinggi Gayo dibutuhkan dukungan dari semua aktor yang terlibat. Perlu ada penguatan kolaborasi antara aktor rantai nilai, mulai dari petani hingga eksportir dan roastery.
Copyrights © 2025