Penelitian ini menganalisis transformasi teks tafsir Tarjuman al-MustafĪd karya Syekh Abdur Rauf as-Singkili, yang merupakan tafsir Al-Qur'an pertama dalam bahasa Melayu menggunakan huruf Jawi. Dengan metode filologi, penelitian ini membandingkan versi manuskrip dan edisi cetakan tafsir tersebut, khususnya pada Surah Yūsuf ayat 1–2. Analisis difokuskan pada perbedaan ejaan, struktur kalimat, tanda baca, dan penyesuaian linguistik lainnya yang mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan pembaca dari masa ke masa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian pada edisi cetakan, seperti penambahan harakat dan tanda kurung, bertujuan untuk meningkatkan keterbacaan tanpa mengubah makna inti tafsir. Selain itu, penelitian ini menyoroti relevansi Tarjuman al-MustafĪd sebagai jembatan antara tradisi keilmuan Islam klasik dan kebutuhan masyarakat lokal Melayu, serta kontribusinya dalam memperkaya tradisi tafsir Nusantara. Studi ini menegaskan pentingnya kajian filologi dalam memahami perkembangan intelektual Islam di Nusantara melalui transformasi teks keagamaan
Copyrights © 2025