Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kemampuan penalaran logis mahasiswa dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah matematika dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, yang melibatkan 200 mahasiswa semester I hingga semester III di STKIP Modern Ngawi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui dua tes: tes penalaran logis dan tes penyelesaian masalah matematika dasar. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara penalaran logis dan kemampuan pemecahan masalah matematika dasar (r = 0,72, p < 0,01). Selain itu, analisis varians (ANOVA) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah antara kelompok mahasiswa dengan tingkat penalaran logis yang berbeda. Faktor-faktor lain, seperti sikap terhadap matematika dan pengalaman belajar sebelumnya, juga ditemukan mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Pembelajaran berbasis masalah (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan penalaran logis mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan penalaran logis dalam pendidikan matematika dan memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pemahaman konsep matematika tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir logis. Penelitian ini juga memberikan saran untuk penelitian lanjutan yang dapat memperluas sampel dan mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemecahan masalah matematika.
Copyrights © 2025