Dalam penelitian ini mikroskop berfungsi untuk melihat objek terkecil yang ada di dalam kandungan urin. Ahli Tenaga Laboratorium Medis (ATLM) merupakan tenaga kesehatan yang menggunakan mikroskop untuk pengamatan. Penelitian dilaksanakan dengan mengambil data dari Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI dan mendapat 153 data pemeriksaan urin dari pasien yang datang ke Unit Gawat Darurat (UGD), rawat jalan, dan rawat inap. Dari 153 data yang diperoleh, di mana 53 di antaranya menunjukkan adanya urin dengan enam jenis kristal yang terdeteksi. Keenam jenis kristal tersebut meliputi kristal kalsium oksalat, kristal fosfat triple, fosfat amorf, kalsium karbonat, kristal amonium biurat, dan kristal asam urat. Sistem yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python ini fokus pada identifikasi jenis kristal amorf. Dalam sistem tersebut, hasil marking yang dilakukan oleh ahli pada objek kristal berhasil dikenali oleh sistem. Sistem sudah sesuai dengan hasil yang diperoleh dari pakar. Pengujian ini menggunakan Single Decision Threshold dan memperoleh hasil nilai sensitivity sebesar 0.63 atau dalam bentuk persen yaitu 63%. Sistem mendapatkan hasil nilai specificity sebesar 0.17 atau 17%. Sistem mendapatkan hasil nilai accuracy sebesar 0.36 atau 36% dan sistem mendapatkan hasil nilai precision sebesar 0.35 atau 35%. Kinerja sistem sebesar 26%.
Copyrights © 2025