Proses pembelajaran di Sekolah Dasar masih terdapat permasalahan, yaitu guru masih menggunakan metode ceramah yang berpusat pada guru tanpa adanya interaksi antara guru dan siswa. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, terlihat beberapa siswa, terutama siswa laki-laki, cenderung bermain sendiri, sibuk dengan teman-temannya. Dan masih ada beberapa siswa yang membacanya masih terbata-bata, ada juga siswa masih mengeja setiap kata saat membaca. Hal tersebut terjadi karena keterampilan membaca permulaan siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri 3 Sidigede melalui penerapan metode Steinberg berbantuan dengan media flashcard berbasis Augmented Reality. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain yang mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas 1 yang terdiri 11 perempuan dan 9 laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dokumentasi, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca permulaan secara signifikan pada setiap siklusnya. Presentase ketuntasan belajar siswa yang awalnya dari 55% dengan nilai rata-rata 70,15 pada pra siklus, kemudian meningkat menjadi 60% dengan memperoleh nilai rata-rata 81,25 pada siklus I, dan meningkat mencapai 80% dengan nilai rata-rata 89,5 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa metode Steinberg yang berbantuan dengan media flashcard berbasis Augmented Reality dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I.
Copyrights © 2025