Latar Belakang: Masa remaja (10-24 tahun) adalah periode kritis transisi dari kanak-kanak ke dewasa. Berdasarkan data dari WHO bahwa lebih dari 500 juta remaja usia 10-14 tahun di seluruh dunia salah satu negara berkembang.di Indonesia persentase remaja berusia 15-24 tahun yang belum menikah dan pernah melakukan hubungan seksual pranikah menunjukkan bahwa 0,9%. pada tahun 2021 perilaku seksual remaja di Jawa Barat menunjukkan bahwa sebagian besar remaja pernah melakukan ciuman bibir (10,53%) remaja pernah melakukan hubungan seksual(3,09%). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial, peran orang tua, pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual pada remaja di SMP “X” Bogor. Metode: Metode penelitian kuantitatif yang menggunakan desain cross sectional. Data penelitian di ambil menggunakan kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 178 responden dengan menggunakan teknik random sampling acak sederhana. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Penelitian ini melaporkan bahwa ada hubungan antara media sosial dengan perilaku seksual p value = 0,000, peran orang tua dengan perilaku seksual berisiko p value 0,025, dan peran teman sebaya dengan perilaku seksual berisiko p value 0,010. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antaara media sosial, peran orang tua, pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual pada remaja di SMP “X” Bogor Jawa Barat.
Copyrights © 2025