Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (2019) menyatakan bahwa kejadian hiperemesis gravidarum mencapai 3% dari semua kehamilan di dunia. Berdasarkan data Profil Kesehatan Jawa Timur periode 2017, kejadian hiperemesis gravidarum mencapai 465 kasus. Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan cadangan karbohidrat habis untuk keperluan energi, sehingga tubuh terbakar untuk beralih ke cadangan lemak dan protein. Karena pembakaran lemak tidak lengkap pembentukan badan keton dalam darah yang dapat menambah gejala klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan kejadian hiperemesis gravidarum di KRI Budhi Asih Turen, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah Corelational Analytic dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian tersebut adalah 70 ibu hamil yang mengalami hiperemsis gravidarum di KRI Budhi Asih pada Januari – Desember 2023. Teknik purposive sampling sehingga diperoleh 60 sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji chi square dengan bantuan SPSS. Hasil p-value usia ibu (0,001) > (0,05), nilai p paritas ibu (0,001) > (0,05), nilai p tingkat stres ibu (0,001) > (0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia, paritas dan tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum. Diharapkan mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan kejadian hiperemesis gravidarum dapat meningkatkan pelayanan kehamilan untuk mencegah terjadinya hiperemesis gravidarum.
Copyrights © 2025