Bioetanol adalah produk hasil fermentasi karbohidrat (pati) menggunakan bantuan mikoorganisme. Tanaman yang dapat menghasilkan bioetanol adalah tanaman yang didalamnya terkandung pati serta selulosa yang dibuat dengan bantuan aktivitas mikroorganisme (ragi). Penelitian ini menggunakan bahan yang mengandung selulosa yang berasal dari limbah kulit kopi arabika. Bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit kopi arabika jenis ateng super yang tidak dimanfaatkan oleh petani kopi. Metode penelitian yang dilakukan diantaranya proses hidrolisis, fermentasi dan distilasi dengan variasi ragi yaitu ragi roti dan ragi tape, variasi %berat ragi yaitu 3, 5, 7, dan 9%, variasi waktu fermentasi 1, 3, 5, dan 7 hari. Hasil dari penelitian ini didapatkan yield tertinggi yaitu 4.37% dengan variasi waktu fermentasi selama 5 hari dan berat ragi 9% untuk ragi roti dan 4.01% untuk ragi tape dengan lama fermentasi 5 hari dan berat ragi 9% untuk ragi roti, densitas terbaik pada fermentasi 5 hari dan berat ragi 9% sebesar 0,7821 gr/ml, viskositas tertinggi 1.13 cP, kadar bioetanol terbaik dengan lama fermentasi 5 hari dan berat ragi roti 9% sebesar 47.70%, namun bioetanol yang dihasilkan belum menyala. Uji GC-MS menghasilkan peak etanol terdeteksi pada peak ke-2 dengan waktu retensi 1.593 dan kemurnian 43.48%. Penelitian ini khusus memanfaatkan kulit kopi arabika varietas Ateng Super yang memiliki karakteristik unik seperti kandungan selulosa berkisar 60-70% yang berpotensi menghasilkan bioetanol lebih optimal.
Copyrights © 2025