Strategi penyebaran informasi keimigrasian harus menyesuaikan perkembangan teknologi dan preferensi masyarakat agar pesan dapat diterima secara efektif. Masyarakat saat ini lebih tertarik pada konten berbasis audiovisual dibandingkan dengan teks. Selain itu, meningkatnya akses masyarakat terhadap perangkat pintar memungkinkan penyampaian informasi keimigrasian melalui platform digital, khususnya media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji strategi komunikasi melalui film pendek dan mengevaluasi respons masyarakat terhadap metode ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pejabat instansi keimigrasian serta masyarakat yang telah menonton film pendek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini menarik perhatian masyarakat, meningkatkan pemahaman, serta menjangkau audiens yang lebih luas melalui media sosial seperti Instagram dan YouTube. Film pendek yang dikemas secara ringan dan interaktif lebih mudah dipahami serta mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Penggunaan bahasa daerah juga terbukti efektif dalam menarik perhatian dan meningkatkan pemahaman. Oleh karena itu, penggunaan film pendek sebagai strategi komunikasi keimigrasian dinilai efektif dan berpotensi untuk terus dikembangkan guna meningkatkan penyebaran informasi keimigrasian secara lebih optimal.
Copyrights © 2025