Penelitian ini menganalisis pola ancaman siber global dengan menggunakan metode Exploratory Data Analysis (EDA) berdasarkan dataset “Global Cybersecurity Threats (2015–2024)” yang disusun oleh Atharva Soundankar dan dipublikasikan di Kaggle. Dataset tersebut mencakup 3.000 insiden keamanan siber dari berbagai negara, dengan atribut seperti negara, tahun, jenis serangan, industri sasaran, kerugian finansial, jumlah pengguna terdampak, sumber serangan, jenis kerentanan, mekanisme pertahanan, dan waktu penyelesaian insiden. Melalui pendekatan EDA dan visualisasi interaktif dengan Tableau, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola, tren, dan anomali dari serangan siber global serta menguji dua hipotesis utama: (1) jenis serangan DDoS dan phishing merupakan yang paling dominan secara global; dan (2) sektor teknologi informasi dan perbankan merupakan industri paling rentan terhadap serangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua hipotesis tersebut terbukti, di mana DDoS dan phishing menempati urutan teratas sebagai jenis serangan terbanyak, dan sektor IT serta perbankan paling sering menjadi sasaran. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam penyusunan strategi mitigasi serangan siber, khususnya pada sektor-sektor vital. Visualisasi data juga memberikan dukungan kuat dalam pemahaman pola ancaman dan pengambilan keputusan berbasis data. Kata Kunci: Ancaman Siber, DDoS, Phishing, Industri IT, EDA, Visualisasi Data
Copyrights © 2025