Jurnal Sains dan Kesehatan
Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes.

Pemanfaatan Ekstrak Daun Jarak Merah (Jatropa gossypiifolia) sebagai Antioksidan dan Toksisitasnya terhadap Larva Artemia salina: Utilization of Red Jatropha Leaf Extract (Jatropa gossypiifolia) as an Antioxidant and its Toxicity to Artemia salina Larvae

Ardiyanti, Yuanita (Unknown)
Marfu’ah, Siti (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2025

Abstract

Jarak Merah (Jatropha gossypifolia) is widely grown in Indonesia. Its leaves are used to treat wounds, ulcers, itching, fever, stomach pain and swelling. To be developed into traditional medicine, research was conducted with phytochemical tests, antioxidant tests, and toxicity tests. Ethanol-water was used to dissolve non-polar and polar compounds in red castor leaves. The highest yield was obtained from ethanol-water extract (0:1) which was 31.2%. Qualitative phytochemical testing detected the presence of tannins, flavonoids, phenols, alkaloids, saponins, steroids, while terpenoid compounds were not detected. The highest phenolic compound content was obtained from ethanol-water extract (2:1) 175.714 mg GAE/g. The highest flavonoid content was obtained from ethanol-water extract (2:1) 11.982 mg QE/g. The highest tannin content was obtained from ethanol-water extract (0:1) 1.339 mg TAE/g. Strong antioxidant activity was shown by ethanol-water extract (1:0) with IC50 17.97 ppm. Ethanol-water extract (1:2) showed toxicity in the highly toxic category with LC50 22.45 ppm. Keywords:          Red Jatropha, Jatropha gossypifolia, ethanol-water, antioxidant, toxicity   Abstrak Jarak Merah (Jatropha gossypifolia) banyak tumbuh di Indonesia. Daunnya digunakan untuk mengobati luka, bisul, gatal-gatal, demam, sakit perut dan bengkak. Untuk dapat dikembangkan menjadi obat tradisional, dilakukan penelitian dengan uji fitokimia, uji antioksidan dengan metode penangkapan radikal DPPH, dan uji toksisitas dengan metode BSLT. Digunakan etanol-air untuk melarutkan senyawa non polar dan polar dalam daun jarak merah. Rendemen tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol-air (0:1) yaitu 31,2%. Pengujian fitokimia secara kualitatif mendeteksi adanya senyawa tanin, flavonoid, fenol, alkaloid, saponin, steroid, sedangkan senyawa terpenoid tidak terdeteksi. Kandungan senyawa fenolik tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol-air (2:1) sebanyak 175,714 mg GAE/g. Kandungan flavonoid tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol-air (2:1) sebanyak 11,982 mg QE/g. Kandungan tanin tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol-air (0:1) sebanyak 1,339 mg TAE/g. Aktivitas antioksidan yang kuat ditunjukkan oleh ekstrak etanol-air (1:0) dengan IC50 17,97 ppm. Ekstrak etanol-air (1:2) menunjukkan toksisitas dengan kategori sangat toksik dengan LC50 22,45 ppm. Kata Kunci:         Jarak Merah, Jatropha gossypifolia, etanol-air, antioksidan, toksisitas

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jsk

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan ...