Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi model Cooperative Learning (CL) dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka guna mewujudkan kelas yang aktif, inklusif, dan berpusat pada siswa. Meskipun Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan di berbagai jenjang pendidikan, pendekatan pembelajaran yang digunakan masih cenderung berpusat pada guru (teacher-centered), sehingga belum sepenuhnya mencerminkan semangat “merdeka belajar”. Melalui pendekatan studi pustaka dan analisis terhadap temuan-temuan sebelumnya, penelitian ini menunjukkan bahwa Cooperative Learning memiliki potensi besar untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Strategi seperti STAD (Student Teams Achievement Division) dan Jigsaw terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa, kolaborasi, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Namun, keberhasilan implementasi Cooperative Learning sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, fleksibilitas waktu belajar, serta dukungan kebijakan sekolah yang adaptif. Dengan demikian, integrasi pembelajaran kooperatif dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya menjadi pendekatan metodologis, tetapi juga bagian dari transformasi paradigma pembelajaran yang lebih demokratis dan inklusif.
Copyrights © 2025