Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi strategi distribusi dan digitalisasi dalam industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) pasca-pandemi, dengan fokus pada operasional dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menjangkau pasar tradisional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap seorang supervisor penjualan PT Mayora di area Purwokerto, yang bertanggung jawab atas distribusi produk minuman seperti Le Mineral, Teh Pucuk, Susu Tujuh Kurma, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan FMCG menyesuaikan strategi distribusi mereka dengan mengadopsi sistem pemesanan online untuk toko retail serta melakukan direct selling melalui event seperti Car Free Day. Digitalisasi dalam rantai pasok memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional, terutama dalam mempercepat pemesanan dan pengiriman produk ke depo. Namun, terdapat tantangan utama dalam distribusi digital, seperti kendala stok akibat tingginya permintaan, serta kesulitan dalam menjangkau pasar tradisional yang masih mengandalkan sistem distribusi konvensional. Selain itu, faktor kesadaran konsumen terhadap kesehatan juga menjadi tantangan bagi beberapa produk, seperti Teh Pucuk, yang menghadapi penurunan permintaan karena tren pengurangan konsumsi minuman manis. Dengan memahami perubahan strategi distribusi dan tantangan digitalisasi, perusahaan FMCG dapat mengembangkan inovasi dalam rantai pasok dan distribusi mereka guna meningkatkan daya saing di era pasca-pandemi.
Copyrights © 2025