Praktik penyiraman manual di lahan pertanian Desa Batang-batang Daya, Sumenep, memakan waktu 5–6 jam per hari dan menurunkan produktivitas petani. Penelitian ini mengembangkan sistem irigasi semi-otomatis berbasis graf pohon biner, dengan tandon air sebagai simpul akar, cabang sebagai jalur distribusi, dan daun sebagai titik penyiraman. Implementasi meliputi pemetaan lahan 754 m², instalasi pompa, pipa, katup, sprinkler, dan pelatihan petani. Hasil uji coba menunjukkan sistem ini mampu mengurangi waktu penyiraman lebih dari 66,67%, meningkatkan distribusi air, dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penerapan konsep graf dalam irigasi sederhana dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta memperkuat kapasitas petani melalui transfer teknologi aplikatif.
Copyrights © 2025