Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai tukar rupiah terhadap ekspor dan impor Indonesia pada periode 2019–2023. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis inferensial, penelitian ini mengolah data sekunder dari Bank Indonesia, BPS, IMF, dan World Bank. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah memiliki korelasi negatif dengan ekspor (r = -0,612) dan korelasi positif dengan impor (r = 0,704). Analisis regresi linier memperlihatkan bahwa nilai tukar berpengaruh negatif signifikan terhadap ekspor (p-value = 0,021) dan berpengaruh positif signifikan terhadap impor (p-value = 0,008). Nilai tukar mampu menjelaskan sekitar 37,4% variasi ekspor dan 49,6% variasi impor. Temuan ini menunjukkan bahwa depresiasi rupiah mendorong peningkatan ekspor namun menekan impor. Namun, hubungan ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti harga komoditas dan permintaan global. Dengan demikian, stabilitas nilai tukar dan diversifikasi ekspor menjadi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap fluktuasi eksternal.
Copyrights © 2025