Museum Muhammadiyah memiliki potensi risiko terjadinya bencana kebakaran yang besar akibat konsleting arus listrik, berbagai pameran yang mudah terbakar seperti peninggalan dokumen dan artefak bersejarah mengenai gerakan islam Muhammadiyah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesesuaian sistem proteksi kebakaran Museum Muhammadiyah dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008. Metode : Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan metode kualitatif yang menggunakan instrumen penelitian yaitu panduan wawancara dan daftar checklist. Responden penelitian terdiri dari 2 informan kunci dan 2 informan pendukung yang dipilih secara sengaja atau menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh adalah hasil dari wawancara secara mendalam dan observasi. Hasil : Museum Muhammadiyah sudah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran aktif, pasif maupun sarana penyelamatan jiwa. Sistem proteksi aktif berupa detektor, alarm kebakaran dan springkler dalam kondisi yang memadai namun masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008. Hidran dan APAR dalam kondisi yang kurang memadai dan belum sesuai. Sistem proteksi kebakaran pasif yakni konstruksi tahan api cukup memadai tetapi belum sesuai dengan persyaratan. Sarana penyelamatan jiwa yakni sarana jalan keluar dalam kondisi memadai namun belum sesuai, sedangkan tanda arah keluar cukup memadai tetapi belum memenuhi standar ketentuan yang berlaku. Kesimpulan : Museum Muhammadiyah telah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran aktif, pasif maupun sarana penyelamatan jiwa, namun masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008.
Copyrights © 2025