Retno Utami, Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proses Push Pull Pickling Line dan Hot Rolled Slitter di Industri Baja PT. AM/NS Indonesia Radityo Kusumo, Hafizh; Retno Utami, Putri
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v4i1.62

Abstract

Industri baja dan besi memiliki potensi bahaya signifikan seperti radiasi, tekanan panas, kebisingan, debu, dan uap logam. Penelitian ini menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT. Anchelor Mittal Nippon Steel Indonesia pada area Push Pull Pickling Line (PPPL) dan Hot Rolled Slitter (HRS). Metode : Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan desain studi kasus untuk mengetahui bahaya dan risiko K3 pada PPPL dan HRS melalui observasi dan wawancara mendalam. Identifikasi bahaya menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), dengan responden HOD PPPL-HRS sebagai informan utama dan staff HSE sebagai informan kunci. Hasil Penelitian : Bahaya signifikan di area PPPL-HRS termasuk tersayat strapping, tergores scrap, terjepit mesin, terkena percikan cairan kimia HCl, dan terjatuh dari tangga korosif. Penilaian risiko dengan matriks risiko menunjukkan 2 risiko tinggi, 6 risiko sedang, dan 2 risiko rendah. Pengendalian risiko mencakup penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan rutin, pemasangan safety sign, dan penerapan SOP yang ketat. Kesimpulan: Area PPPL-HRS PT. AM/NS Indonesia memiliki potensi bahaya dan risiko tinggi terhadap K3, sehingga diperlukan pengelolaan risiko yang lebih efektif. Rekomendasi pengendalian meliputi penggantian peran pekerja dengan mesin otomatis untuk aktivitas berisiko tinggi, peningkatan fasilitas pengendalian teknis seperti ventilasi dan blower, serta peningkatan kesadaran pekerja melalui program pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan manajemen risiko K3 di industri baja dan besi serta meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di PT. AM/NS Indonesia.
Evaluasi Kesesuaian Sistem Proteksi Kebakaran Museum Muhammadiyah Yogyakarta Berdasarkan Permen PU No. 26 Tahun 2008 Retno Utami, Putri
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v4i1.63

Abstract

Museum Muhammadiyah memiliki potensi risiko terjadinya bencana kebakaran yang besar akibat konsleting arus listrik, berbagai pameran yang mudah terbakar seperti peninggalan dokumen dan artefak bersejarah mengenai gerakan islam Muhammadiyah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesesuaian sistem proteksi kebakaran Museum Muhammadiyah dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008. Metode : Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan metode kualitatif yang menggunakan instrumen penelitian yaitu panduan wawancara dan daftar checklist. Responden penelitian terdiri dari 2 informan kunci dan 2 informan pendukung yang dipilih secara sengaja atau menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh adalah hasil dari wawancara secara mendalam dan observasi. Hasil : Museum Muhammadiyah sudah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran aktif, pasif maupun sarana penyelamatan jiwa. Sistem proteksi aktif berupa detektor, alarm kebakaran dan springkler dalam kondisi yang memadai namun masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008. Hidran dan APAR dalam kondisi yang kurang memadai dan belum sesuai. Sistem proteksi kebakaran pasif yakni konstruksi tahan api cukup memadai tetapi belum sesuai dengan persyaratan. Sarana penyelamatan jiwa yakni sarana jalan keluar dalam kondisi memadai namun belum sesuai, sedangkan tanda arah keluar cukup memadai tetapi belum memenuhi standar ketentuan yang berlaku. Kesimpulan : Museum Muhammadiyah telah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran aktif, pasif maupun sarana penyelamatan jiwa, namun masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008.