Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional untuk mengevaluasi kinerja jaringan dua operator seluler, Operator XX dan Operator XY, berdasarkan parameter Quality of Service (QoS) meliputi delay, throughput, dan packet loss. Data dikumpulkan menggunakan alat TEMS Investigation melalui pengukuran langsung di dua sektor wilayah padat permukiman di Jempong, Kota Mataram, dengan jarak 100–500 meter dari Node B. Pengukuran dilakukan pada dua rentang waktu, yaitu jam sibuk (16.00–22.00) dan jam normal (22.00–07.00). Hasil menunjukkan bahwa Operator XX unggul pada parameter delay, khususnya di Sektor A dan pada waktu normal, dengan rata-rata delay 33,35 ms, yang tergolong kategori “sangat baik” menurut standar TIPHON. Sementara itu, Operator XY memiliki performa lebih tinggi dan konsisten pada parameter throughput dan packet loss, baik berdasarkan sektor maupun waktu pengukuran, dengan throughput mencapai 39,01 Mb/s dan packet loss 1,60% pada waktu normal, masuk dalam kategori “sedang” dan “sangat baik”. Kinerja jaringan cenderung menurun saat jam sibuk, terutama pada parameter throughput dan packet loss, yang disebabkan oleh peningkatan interferensi. Operator XY menunjukkan kemampuan manajemen trafik yang lebih baik, sedangkan Operator XX menunjukkan kestabilan dalam waktu respon. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi jaringan sesuai karakteristik trafik, evaluasi berkala, serta edukasi kepada pengguna agar dapat memilih layanan berdasarkan kebutuhan spesifik
Copyrights © 2025