Artikel ini membahas tindak tutur ekspresif dalam social experiment berjudul “Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis” yang diproduksi oleh Sinemaku Pictures dalam kanal Youtube. Tindak tutur sebagai bagian dari pragmatik, memungkinkan individu untuk menyampaikan perasaan dan emosi mereka melalui bahasa, dengan fokus pada interaksi antara penutur dan pendengar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis tuturan Fadil Jaidi dan Pak Muh, yang mengekspresikan berbagai emosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sembilan jenis tuturan ekspresif yang mencakup ungkapan terimakasih, permintaan maaf, harapan, keyakinan, rasa syukur, kesedihan, kasih sayang dan cinta, nasihat. Tuturan ekspresif ini menciptakan suasana yang mendalam dan menyentuh hati audiens. Pengaruh terhadap persepsi penonton tuturan ekspresif memberikan dampak positif pada persepsi penonton terhadap nilai-nilai kekeluargaan dan pentingnya komunikasi dalam hubungan. Penonton diharapkan dapat merasakan harapan dan cinta yang diungkapkan dalam interaksi tersebut. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi pada kajian linguistik dan praktik komunikasi di era digital, khususnya dalam konteks media sosial
Copyrights © 2025