Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dua dekade terakhir, memperkuat urgensi integrasi keilmuan sebagai strategi untuk menghadapi kompleksitas tantangan global. Fragmentasi keilmuan menghambat kolaborasi dan memperlambat lahirnya inovasi yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pendekatan serta metode yang digunakan dalam integrasi keilmuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, serta data diperoleh dari berbagai literatur akademik yang relevan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi ilmu umumnya dilakukan melalui tiga pendekatan utama: multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner. Multidispliner menggabungkan beberapa disiplin ilmu tanpa mencampur kerangka kerja masing-masing, inerdisipliner melibatkan kerja sama antar disiplin ilmu untuk membentuk sudut pandang baru, sedangkan transdisipliner melibatkan berbagai pihak dan melampaui batas-batas disiplin ilmu demi menciptakan pendekatan baru yang lebih menyeluruh. Sementara tiga metode utama dalam integrasi ilmu meliputi studi kasus interdisipliner, kolaborasi riset interdisipliner, dan sintesis teori. Studi kasus menelaah suatu masalah secara mendalam dengan mempertimbangkan berbagai perspektif keilmuan, kolaborasi riset mendorong kerja sama konkret antar bidang, dan sintesis teori menyatukan teori dari berbagai cabang disiplin ilmu untuk membentuk kerangka yang lebih integratif. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi keilmuan merupakan fondasi penting bagi pengembangan ilmu yang adaptif, responsif, dan solutif.
Copyrights © 2025