Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI BERKELANJUTAN DESA PARIWISATA SELOK AWAR-AWAR DALAM RUANG FISIK DAN DIGITAL Muhammad Muslich Aljabbar; Beta Aria Nur Azizah Yusman; Shafira Zelinda Rahma; Tasya Tazkiyatul Zulfa; M. Bahri Musthofa
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i1.8211

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya pariwisata berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi potensi lokal di Wisata Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Lumajang. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset Based Community Development). Tahapan pengabdian meliputi: riset transektoral dan aset desa, penyusunan program kerja, pelaksanaan program kerja, evaluasi dan penyususnan laporan, serta pengumpulan hasil laporan. Hasil pengabdian menunjukan bahwa lima program yang dirancang berhasil terlaksanakan. Pertama, pembuatan infrastruktur berupa tulisan welcome to watu pecak beach dengan metode ecobrick yang mendaur ulang sampah plastik menjadi dekorasi pantai. Kedua, pembuatan papan sejarah untuk edukasi wisatawan dan pelestarian sejarah lokal. Ketiga, pembuatan denah pantai untuk memetakan fasilitas. Keempat, sosialisasi desa wisata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi warga pesisir. Kelima, promosi wisata pantai watu pecak di media sosial melalui TikTok dan Google untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Secara keseluruhan, pengabdian ini berkontribuai pada pembangunan wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Menelusuri Pendekatan dan Metode Integrasi Keilmuan Muhammad Muslich Aljabbar; Nadidah Nur Hayfa Al Hamidah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i4.4275

Abstract

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dua dekade terakhir, memperkuat urgensi integrasi keilmuan sebagai strategi untuk menghadapi kompleksitas tantangan global. Fragmentasi keilmuan menghambat kolaborasi dan memperlambat lahirnya inovasi yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pendekatan serta metode yang digunakan dalam integrasi keilmuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, serta data diperoleh dari berbagai literatur akademik yang relevan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi ilmu umumnya dilakukan melalui tiga pendekatan utama: multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner. Multidispliner menggabungkan beberapa disiplin ilmu tanpa mencampur kerangka kerja masing-masing, inerdisipliner melibatkan kerja sama antar disiplin ilmu untuk membentuk sudut pandang baru, sedangkan transdisipliner melibatkan berbagai pihak dan melampaui batas-batas disiplin ilmu demi menciptakan pendekatan baru yang lebih menyeluruh. Sementara tiga metode utama dalam integrasi ilmu meliputi studi kasus interdisipliner, kolaborasi riset interdisipliner, dan sintesis teori. Studi kasus menelaah suatu masalah secara mendalam dengan mempertimbangkan berbagai perspektif keilmuan, kolaborasi riset mendorong kerja sama konkret antar bidang, dan sintesis teori menyatukan teori dari berbagai cabang disiplin ilmu untuk membentuk kerangka yang lebih integratif. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi keilmuan merupakan fondasi penting bagi pengembangan ilmu yang adaptif, responsif, dan solutif.
Epistemology of Tafsir Anfās al-Maḥāsin fī Tafsīr Sūrat Yāsīn by K.H. Syaikhul Islam Ali Masyhuri Muhammad Muslich Aljabbar
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1596

Abstract

In January 2025, a new tafsir work entitled Anfās al-Maḥāsin fī Tafsīr Sūrat Yāsīn from Sidoarjo, authored by K.H. Syaikhul Islam Ali Masyhuri, a prominent scholar from the Progressive Islamic Boarding School Bumi Shalawat. This work remains largely unexplored in academic discourse, and its aesthetically chosen title reflects the author’s distinctive approach to interpreting Sūrat Yāsīn. This study aims to examine the epistemology of Anfās al-Maḥāsin, with focus on its interpretive methodology and the validity of its exegesis. Using a qualitative method based on library research, data were gathered from the primary text and relevant secondary sources. The analysis applies the perspective of Saifuddin Herlambang to evaluate the methodology and Abdul Mustaqim to assess the validity. The results show that K.H. Syaikhul combines the bi al-riwāyah approach by referring to the Al-Qur’ān, Prophetic traditions, views of the companions, Tābiʿīn, and mufasir, with bi al-dirāyah rooted in ijtihād, but grounded in authoritative references. He employs the tafsīr ijmālī method in mushafic sequence, with a maqāṣidī pattern. Although it has limited scientific correspondence, its coherence remains strong. This tafsir is relevant to the needs of people today. This study offers a foundational step for future academic research on this tafsir.