Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Rumah Sakit Toto Kabila. Kebijakan ini difokuskan pada pelatihan teknis dan non-teknis untuk meningkatkan kompetensi pegawai rumah sakit. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, daya diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan, serta observasi terkait pelaksanaan kebijakan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pelatihan berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan pegawai, baik dalam aspek teknis maupun interpersonal. Namun, pelaksanaan pelatihan menghadapi tantangan terkait keterbatasan waktu dan kurangnya tindak lanjut paska-pelatihan. Untuk meningkatkan efektivitas kebijakan ini, disarankan untuk memberikan fleksibilitas waktu bagi pegawai dan memperkuat sistem evaluasi serta pemantauan paska-pelatihan.
Copyrights © 2025