Dunia industri mendapatkan tantangan baru dalam hal manajemen SDM, salah satunya adalah pengelolaan karyawan generasi z yang sudah mulai memasuki usia kerja. Faktanya generasi z menjadi karyawan yang paling banyak melakukan job hopping, yaitu sindrom kutu loncat berupa perilaku seringnya berpindah-pindah pekerjaan dengan alasan yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit, work life balance dan perilaku job hopping pada karyawan generasi z. Pengumpulan data menggunakan skala psikologi grit, work life balance, dan job hopping dari 100 karyawan generasi z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai pelaku job hopping. Analisis data menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan grit memiliki hubungan negatif dan sangat signifikan (b= -318, p < 0.05) terhadap job hopping dengan sumbangan efektif sebesar 30.6%. work life balance memiliki hubungan negatif dan sangat signifikan (b= -160, p < 0.05) terhadap job hopping dengan sumbangan efektif sebesar 15.3%. Terakhir grit dan work life balance secara bersama berkontribusi efektif sebagai prediktor 38.6% terhadap perilaku job hopping pada karyawan generasi z.
Copyrights © 2025