Penilaian ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai dasar untuk pengambilan keputusan strategis terkait pengembangan karyawan, penghargaan, promosi, serta identifikasi kebutuhan pelatihan. Namun, dalam praktiknya, sistem penilaian kinerja sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti bias penilai, ketidakjelasan kriteria, dan kurangnya transparansi dalam proses evaluasi. Hal ini dapat mengurangi efektivitas penilaian kinerja dalam mendorong peningkatan produktivitas dan motivasi karyawan. Mengelola kinerja karyawan secara efektif memerlukan lebih dari sekadar proses penilaian. Pengelolaan kinerja yang baik harus melibatkan penetapan tujuan yang jelas, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta pengembangan karier yang selaras dengan tujuan strategis organisasi. Kinerja individu harus diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi, dengan cara memastikan bahwa setiap karyawan memahami kontribusinya terhadap keberhasilan perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk merancang sistem penilaian yang objektif dan adil, serta memfasilitasi proses pengelolaan kinerja yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan budaya organisasi.
Copyrights © 2025