Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, khususnya di Jakarta Pusat, menuntut peran aktif Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dalam menangani kasus secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stres kerja yang dihadapi oleh penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat, dan faktor yang menyebabkan stres kerja. Serta penggambaran upaya yang dilakukan untuk menanganinya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap 9 penyidik serta Kepala Unit PPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap penyidik menangani lebih dari 30 kasus per bulan, dengan rentang waktu penanganan kasus antara 1 hingga 3 tahun. Tuntutan pekerjaan yang tinggi ini berpotensi menyebabkan stres kerja yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis penyidik. Meskipun penyidik telah melakukan upaya untuk mengelola stres, seperti pengelolaan waktu istirahat dan pembagian waktu antara pekerjaan dan keluarga, masih diperlukan peningkatan job resources untuk mendukung kesejahteraan mereka. Penelitian ini merekomendasikan penambahan jumlah penyidik dan pembagian beban kerja yang lebih merata, serta monitoring berkala terhadap kondisi mental dan fisik penyidik untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan. Dengan demikian, diharapkan penyidik dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan meningkatkan produktivitas kerja.
Copyrights © 2025