Penelitian ini mengkaji transformasi sastra Arab seiring perkembangan media dari era lisan (asy-syafawiyyah) hingga digital, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan. Penelitian bertujuan untuk memetakan bagaimana perubahan media memengaruhi bentuk, fungsi, dan distribusi sastra Arab, dengan fokus pada karakteristik sastra lisan, kodifikasi tulisan, revolusi cetak, dan inovasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lisan, seperti puisi qashidah di pasar Ukaz, berfungsi sebagai penjaga sejarah dan kritik sosial, sementara kodifikasi Al-Qur’an pada masa Khalifah Utsman memperkuat identitas Islam dan melahirkan genre baru seperti tafsir dan sirah. Penerjemahan teks di era Abbasiyah, melalui Bayt al-Hikmah, memperkaya sastra dengan karya seperti Kalīla wa Dimna. Teknologi cetak, meskipun terlambat diadopsi akibat resistensi budaya, merevolusi distribusi melalui penerbitan massal, seperti Percetakan Bulaq dan karya Jurji Zaidan, memfasilitasi gerakan Nahda. Pada era digital, platform seperti Wattpad dan blog Ahmed Naji mendesentralisasi distribusi, menciptakan sastra elektronik interaktif, namun menghadapi tantangan sensor dan kesenjangan teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap hubungan media dan sastra dalam konteks budaya Arab-Islam yang terus berkembang.
Copyrights © 2025