Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai sektor, termasuk dalam bidang konseling. Dalam konseling Islam, integrasi AI membuka peluang baru untuk menghadirkan layanan bimbingan spiritual dan psikologis yang lebih cepat, personal, serta mudah diakses. Teknologi platform digital berbasis machine learning memungkinkan perluasan jangkauan layanan, khususnya kepada generasi digital. Namun, pemanfaatan AI dalam konseling Islam juga menimbulkan sejumlah tantangan etis, seperti potensi distorsi ajaran, hilangnya sentuhan kemanusiaan, penyalahgunaan otoritas keagamaan oleh sistem non-manusia, serta ancaman terhadap privasi data pengguna. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peluang dan tantangan tersebut melalui pendekatan literatur kualitatif. Ditekankan pentingnya keterlibatan para pakar agama dan etika dalam implementasi AI agar teknologi ini selaras dengan syariat Islam dan mampu memperkuat peran konselor manusia, bukan menggantikannya.
Copyrights © 2025