Kurios
Vol. 11 No. 1: April 2025

Kesetaraan relasi sosial dalam falsafah esa cita waya, tou peleng masu’at; cawana parukuan, cawana pakuruan: Sebuah konstruksi teologis berbasis budaya Minahasa

Mawuntu, Marhaenie Luciana (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2025

Abstract

Awareness of maintaining and appreciating local philosophy about respect for equality in the diversity of society is being eroded in the Minahasa land. This article discusses the socio-cultural issue of esa cita waya, tou peleng masu’at; cawana parukuan, cawana pakuruan, which can be the basis for equal social relations. This study repositions the local wisdom defined and constructed by the ancestors as a social identity that appreciates diversity and equality in society. For this purpose, I use a qualitative research approach with descriptive methods and socio-cultural analysis. This research will start from cultural data transmitted orally and maintained by cultural actors and the Minahasa community in several villages. Furthermore, based on this approach, the author will offer esa cita waya, tou peleng masu’at. Cawana parukuan, cawana pakuruan, pute waya tou maesa (hereinafter abbreviated as ECWTPMCPCP) as the basis of social relations that give respect to equality in social diversity in the land of Minahasa today. As a result, the people in the land of Minahasa are educated to build relations that provide equal and constructive space for plurality in society.   Abstrak Kesadaran untuk memelihara dan menghargai falsafah lokal tentang penghargaan terhadap kesetaraan dalam keragaman masyarakat sedang tergerus di tanah Minahasa. Artikel ini bertujuan membahas persoalan sosio-kultural esa cita waya, tou peleng masu’at; cawana parukuan, cawana pakuruan, yang dapat menjadi dasar relasi sosial yang setara. Kajian ini memosisikan kembali kearifan lokal tersebut sebagaimana yang didefinisikan dan dikonstruksi para leluhur sebagai identitas sosial yang menghargai keragaman dan kesetaraan bermasyarakat. Untuk tujuan itu, saya menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode dekriptif dan analisis sosio-kultural. Penelitian ini akan bertolak dari data kultural yang ditransmisikan secara lisan dan masih terpelihara pada para pelaku budaya dan masyarakat Minahasa di beberapa kampung. Selanjutnya berdasar pendekatan demikian, penulis akan menawarkan esa cita waya, tou peleng masu’at. Cawana parukuan, cawana pakuruan, pute waya tou maesa (selanjutnya disngkat ECWTPMCPCP) sebagai dasar relasi sosial yang memberi penghargaan terhadap kesetaraan dalam kemajemukan sosial di tanah Minahasa kini. Hasilnya, masyarakat di tanah Minahasa teredukasi untuk membangun relasi yang memberi ruang setara dan konstruktif bagi pluralitas bermasyarakat.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

kurios

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences Other

Description

KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa ...