Pemilu 2024 di Indonesia menunjukkan peningkatan penggunaan branding Islam dalam kampanye politik, yang dapat memengaruhi preferensi mahasiswa sebagai pemilih mayoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh branding Islam terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih calon Presiden dan Wakil Presiden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi terhadap mahasiswa dan strategi kampanye berbasis agama. Analisis dilakukan secara tematik untuk memahami pola preferensi pemilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol keagamaan dalam kampanye meningkatkan elektabilitas kandidat di kalangan mahasiswa. Namun, sebagian mahasiswa tetap mempertimbangkan visi misi dan kapabilitas kandidat. Kesimpulannya, meskipun politik identitas berbasis agama berpengaruh, mahasiswa tetap memiliki kecenderungan rasional dalam memilih. Diperlukan edukasi politik agar pemilih dapat mengambil keputusan secara objektif.
Copyrights © 2025