Batubara berperan penting dalam industri pertambangan Indonesia karena merupakan kebutuhan energi nasional karena cukup berlimpah dan ekonomis dibandingkan sumber energi lain di Indonesia. Pembentukan batubara memerlukan waktu yang lama dan proses kompleks, terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang tersedimentasikan lalu ter-coalification pada kondisi fisika, kimia dan geologi tertentu sehingga mempengaruhi kualitas batubara. Pemanfaatan batubara akan tergantung pada kualitas batubaranya, sehingga penting untuk mengetahui kualitas batubara serta mengetahui klasifikasi batubara tiap seam batubara. Dalam penelitian ini analisis proksimat digunakan sebagai pendekatan dalam mengetahui kualitas batubara yang berfokus pada beberapa parameter diantaranya total moisture, ash content, volatile matter dan fixed carbon. Dimana untuk nilai total moisture pada seam E1 yaitu 25,8%ar sedangkan 23,5%ar untuk seam E2. Kemudian untuk kadar ash content dengan nilai rata-rata tertinggi adalah seam E2 yaitu 25,58%adb, lalu untuk nilai rata-rata volatile matter dan fixed carbon pada seam E1 lebih tinggi dibandingkan seam E2. Kualitas batubara pada daerah penelitian berdasarkan klasifikasi ASTM D388-05 memiliki variasi peringkat batubara yaitu High volatile C bituminous coal hingga Subbituminous A coal sehingga dapat dikategorikan sebagai batubara peringkat menengah.
Copyrights © 2025