Limbah industri batik Laweyan selain memiliki nilai COD yang tinggi juga sering mengandung logam berat, termasuk logam kromium yang dapat terakumulasi di perairan. Salah satu metode yang efektif untuk menghilangkan kromium adalah resin penukar ion. Meski demikian, penggunaan resin penukar ion untuk menghilangkan kadar kromium dari limbah batik belum banyak dikaji dan satu-satunya studi yang ada menggunakan metode pengadukan alih-alih konfigurasi dalam bentuk kolom fixed bed. Resin penukar ion juga mampu untuk mengurangi COD dari material organik yang masih tersisa setelah pengolahan primer dan sekunder, sehingga diperlukan pengujian performa resin untuk 2 parameter secara simultan, khususnya dengan operasi kolom fixed bed. Pada penelitian ini dibandingkan 3 jenis resin Amberlite yaitu Amberlite HPR1100 Na dengan pre-treatment aqua dm (bentuk Na+), HPR1100 Na dengan pre-treatment asam, dan HPR4800 Cl. Hasil uji performa resin Amberlite HPR1100 Na dalam bentuk Na+ menunjukkan bahwa ia mampu menurunkan kadar kromium hingga 87,25% dengan pengkondisian air limbah pada pH 7 dan COD hingga 32,0% pada pH 4. Pada suasana asam dan basa performa resin untuk penurunan kromium mengalami penurunan signifikan, sementara untuk mengurangi COD tidak dapat dilakukan pada pH basa. Jika tidak dilakukan pengkondisian pH, performa resin anion Amberlite HPR4800 Cl lebih baik dibandingkan resin kation Amberlite HPR1100 Na dalam penghilangan kromium, sementara untuk penurunan kadar COD tidak ada perbedaan yang signifikan antara resin kation dan anion Amberlite. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa resin Amberlite dapat digunakan sebagai tahap pengolahan tersier dari limbah batik.
Copyrights © 2025