Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Performa Resin Amberlite dalam Penurunan Kadar Kromium dan COD dalam Limbah Batik Laweyan Nashira, Alimatun; Arafahira, Neyza; Anggraeni, Lutvia Yuniar; Muhammad, Nadhev Fadil
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah industri batik Laweyan selain memiliki nilai COD yang tinggi juga sering mengandung logam berat, termasuk logam kromium yang dapat terakumulasi di perairan. Salah satu metode yang efektif untuk menghilangkan kromium adalah resin penukar ion. Meski demikian, penggunaan resin penukar ion untuk menghilangkan kadar kromium dari limbah batik belum banyak dikaji dan satu-satunya studi yang ada menggunakan metode pengadukan alih-alih konfigurasi dalam bentuk kolom fixed bed. Resin penukar ion juga mampu untuk mengurangi COD dari material organik yang masih tersisa setelah pengolahan primer dan sekunder, sehingga diperlukan pengujian performa resin untuk 2 parameter secara simultan, khususnya dengan operasi kolom fixed bed. Pada penelitian ini dibandingkan 3 jenis resin Amberlite yaitu Amberlite HPR1100 Na dengan pre-treatment aqua dm (bentuk Na+), HPR1100 Na dengan pre-treatment asam, dan HPR4800 Cl. Hasil uji performa resin Amberlite HPR1100 Na dalam bentuk Na+ menunjukkan bahwa ia mampu menurunkan kadar kromium hingga 87,25% dengan pengkondisian air limbah pada pH 7 dan COD hingga 32,0% pada pH 4. Pada suasana asam dan basa performa resin untuk penurunan kromium mengalami penurunan signifikan, sementara untuk mengurangi COD tidak dapat dilakukan pada pH basa. Jika tidak dilakukan pengkondisian pH, performa resin anion Amberlite HPR4800 Cl lebih baik dibandingkan resin kation Amberlite HPR1100 Na dalam penghilangan kromium, sementara untuk penurunan kadar COD tidak ada perbedaan yang signifikan antara resin kation dan anion Amberlite. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa resin Amberlite dapat digunakan sebagai tahap pengolahan tersier dari limbah batik.
Uji Efektivitas Resin Penukar Ion Amberlite untuk Penurunan TDS, Angka Permanganat, dan Kadar Warna Air Sungai Bengawan Solo: indonesia Nashira, Alimatun; Anggraeni, Lutvia Yuniar; Muhammad, Nadhev Fadil; Arafahira, Neyza
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2025): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol17.iss1.art3

Abstract

Despite often being reported as highly polluted, water from the Bengawan Solo River is widely used for irrigation, farming, industry, sanitation, and even as feedstock for drinking water. To ensure the safety and health of the consument, several parameters for water quality, such as COD, TDS, and color, have been set by the Indonesian government. The quality of the water can be upgraded after a series of treatments, one of which is by ion exchange resin. This research aims to study the effectiveness of Amberlite, one of the most commonly available resins, to treat water from the Bengawan Solo River. The initial river water sample taken in Surakarta shows that it did not qualify for sanitation purposes with TDS 2352 mg/L; color 84 TCU; permanganate number 157,6 mg/L; and pH 5,14. Treatment by cation exchange resin Amberlite HPR 1100 Na decreased the permanganate number, TDS, and color up to 21,02%; 34,01%; and 76,19% respectively, while by anion exchange resin Amberlite HPR 4800 Cl the decreases were up to 10,15%; 32,14% and 86,9%. Using cation exchange followed by anion exchange resin improves the effectiveness slightly, the removal rate of permanganate number, TDS, and color was 25,38%; 38,27%; and 92,86%. Each treatment did not change the pH significantly, while the electrical conductivity change was varied. To get the optimum pollutant removal, the resin had to be treated by HCl 1,5 N for cation resin and by NaOH 1,5 N for anion resin. The results show that Amberlite ion exchange resin was effective only for tertiary water treatment, especially for color removal.
Analisis Pengaruh Komposisi Inlet Fuel Gas terhadap Nilai Kalor dan Efisiensi Pembakaran di Gas Engine Generator (GEG) di PT. X Khayyirah, Dwi Halimah; Nashira, Alimatun
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas alam merupakan sumber energi penting dalam sektor industri dan pembangkitan listrik, dengan karakteristik pembakaran lebih bersih dibandingkan minyak atau batu bara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi komposisi inlet fuel gas terhadap nilai kalor dan efisiensi pembakaran pada Gas Engine Generator (GEG) di PT.X. Data komposisi gas diukur menggunakan Gas Chromatography (GC) selama tiga hari berturut-turut (11-13 Agustus 2025), dengan fokus pada mole fraction hidrokarbon (C1-C6+) dan komponen non-combustible (N2, CO2, H2S). Parameter kualitas gas seperti Lower Heating Value (LHV), Higher Heating Value (HHV), Wobbe Index (WI), faktor kompresibilitas (Z), Specific Gravity (SG), serta efisiensi pembakaran (EFF) dihitung berdasarkan standar ISO 6976:2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi operasional harian berfluktuasi antara 38,58% hingga 47,21% dengan standar deviasi efisiensi sebesar 4,3230%. Temuan utama mengungkapkan adanya anomali di mana nilai LHV tertinggi pada 13 Agustus (1.011,0 Btu/cuft) tidak menghasilkan efisiensi maksimal, yang mengindikasikan ketidakefektifan konversi energi akibat rasio udara-bahan bakar yang tidak ideal. Hasil perbandingan antarwilayah menegaskan bahwa kadar metana CH4 adalah determinan utama; wilayah Natuna dengan kadar metana 90% mencapai efisiensi tertinggi (46,56%), sementara PT. X dengan kadar 78,18% memiliki efisiensi lebih rendah (42,86%). Kesimpulannya, performa GEG di PT. X saat ini masih berada di bawah ambang batas standar European Commission 2017 (73,4%-74,2%). Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi fuel trimming dan optimasi sistem kontrol untuk memitigasi dampak impuritas gas guna meningkatkan stabilitas dan efisiensi energi secara berkelanjutan.
Analisis Efisiensi Perpindahan Panas pada Gas Cooler di Fasilitas Pemisahan Migas Perusahaan X Fauziyyah, Adila Dwi; Nashira, Alimatun
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi keterkaitan antara efisiensi perpindahan panas dengan pressure drop serta variasi temperatur pada sistem gas cooler yang digunakan di fasilitas pemisahan minyak dan gas. Analisis disusun dengan mempertimbangkan kapasitas panas spesifik gas (Cp) yang bergantung pada temperatur, sehingga hasil perhitungan efisiensi lebih representatif terhadap kondisi operasi aktual. Data diperoleh dari catatan operasi harian selama tiga hari dengan interval dua jam, mencakup parameter temperatur dan tekanan gas masuk–keluar, laju alir massa, serta temperatur udara ambien. Perhitungan efisiensi dilakukan dengan membandingkan energi panas masuk dan keluar gas cooler, sedangkan hubungan antarvariabel diuji menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan panas aktual berkisar antara 25–59%, dengan rata-rata sebesar 46,79%, lebih rendah dibandingkan nilai desain 71%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif sangat kuat (r = 0,9976) antara perbedaan temperatur (ΔT) dan efisiensi, serta hubungan sangat lemah (r = 0,1024) antara pressure drop (ΔP) dan efisiensi. Faktor eksternal seperti kondisi mekanik dan frekuensi perawatan juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja alat. Secara keseluruhan, peningkatan stabilitas operasi dan perawatan rutin disarankan untuk meningkatkan efisiensi sistem pendingin gas hingga mendekati nilai desain.
Analisis Kinerja Low Pressure Separator pada Unit Produksi Minyak dan Gas di PT. X, Indonesia Muna, Salsabila Aliyatul; Nashira, Alimatun
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja low pressure separator dua fasa pada unit produksi minyak dan gas di PT.X, yang berfungsi memisahkan fluida produksi menjadi fasa gas dan fasa cair berdasarkan perbedaan titik didih. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif yang berfokus pada analisis waktu tinggal (retention time) dan perbandingan flowrate terhadap standar API 12J. Hasil menunjukkan bahwa fasilitas produksi masih beroperasi dalam kondisi start-up atau early life produksi, yang terlihat dari laju alir aktual liquid sebesar 2274,87 BPD atau hanya sekitar 31% dari kapasitas desain 7250 Sbpld. Kondisi early life ini, menyebabkan separator beroperasi sebagai bejana kapasitas berlebih (oversized). Meskipun efisiensi flowrate yang dihitung berada pada rentang 30,31% hingga 60,63% untuk waktu tinggal teoritis 10 hingga 20 menit, kondisi oversized ini secara krusial menghasilkan waktu tinggal liquid aktual yang jauh lebih lama daripada persyaratan standar minimum, yakni mencapai 32,99 menit. Waktu tinggal yang diperpanjang menjadi faktor dominan yang menjamin efisiensi pemisahan kualitas liquid-liquid tetap optimal hingga melampaui 99,99%, meskipun separator beroperasi pada tekanan yang lebih rendah dari rancangan desainnya.
Consequence Modelling of Biogas Release from Storage Tanks Using EFFECTS Software Nashira, Alimatun; Afrilia, Heningtyas Dwi
Urecol Journal. Part E: Engineering Vol. 5 No. 2 (2025): August-Dec
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas is a renewable energy source with the potential to reduce dependence on fossil fuels and greenhouse gas emissions. However, handling biogas requires special attention to safety and security aspects due to its flammable and toxic nature. This study aims to model the consequence of biogas release using the EFFECTS software. The simulation varies pressure levels (1034, 1500, 2000, 2500, 3000 mbar), biogas composition, and atmospheric conditions (Pasquill stability classes B, C, and F). The modelling analyses the potential consequences of a biogas release incident, taking into account meteorological and topographical conditions that influence gas dispersion. The worst impacts of explosion and toxic gas dispersion occur under stable atmospheric conditions (Pasquill stability class F). Storage tank pressure has little effect on the overpressure contour distance, with the light damage zone only reaching a maximum distance of 68 meters from the tank. However, biogas tank pressure significantly affects the reach of toxic substances, where a leak from a tank at 3000 mbar results in AEGL-2 and AEGL-3 zones extending up to 7086 meters and 2779 meters, respectively. Biogas compositions with higher methane content have a slightly larger explosion range, while those richer in carbon dioxide have a farther reach of toxic substances, though the differences are not significant. The results of this simulation are expected to provide valuable insights for industrial accident prevention efforts and the enhancement of safety standards in the renewable energy sector, particularly in biogas management.