Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perwakilan organisasi masyarakat dalam menyusun policy brief sebagai instrumen strategis untuk menyampaikan aspirasi publik sekaligus mengontrol kebijakan penyelenggaraan pelayanan perkotaan (RP2P) di Kota Makassar. Dalam konteks tata kelola kota yang semakin kompleks, keterlibatan warga menjadi esensial, terutama dalam mengkomunikasikan gagasan dan preferensi kebijakan kepada para pengambil keputusan secara sistematis. Melalui pendekatan partisipatif dan pendampingan intensif, kegiatan ini memfasilitasi pemahaman aktor non-pemerintah terhadap konsep, struktur, dan strategi penyusunan policy brief. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan menyusun argumentasi berbasis bukti serta mengenali jalur advokasi kebijakan yang efektif. Penguatan kapasitas ini berperan penting dalam mendorong tata kelola pelayanan kota yang lebih inklusif, responsif, dan akuntabel. Pengabdian ini menegaskan bahwa policy brief bukan hanya alat teknokratik, tetapi juga medium demokratisasi kebijakan yang perlu diperluas penggunaannya di level masyarakat sipil.
Copyrights © 2025