Fenomena maraknya judi online di kalangan pelajar dan mahasiswa menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan, hilangnya kepercayaan dalam keluarga, kerusakan finansial, serta gangguan kesehatan mental. Keterlibatan remaja dalam aktivitas ini umumnya berawal dari rasa ingin tahu, disertai keinginan memperoleh uang secara instan. Beberapa bentuk judi online yang sering diakses antara lain Poker Online, Togel Online, Casino Online, dan Judi Bola Online. Fenomena ini mengindikasikan bahwa pola komunikasi dalam keluarga tidak berjalan efektif, sehingga remaja lebih memilih mencari hiburan di luar rumah, terlebih dengan tersedianya fasilitas dan kemudahan akses terhadap judi online. Penelitian ini menggunakan teori tiga dimensi komunikasi keluarga yang dikemukakan oleh Galvin, Bylund, dan Hecht (2021), yakni Dimensi Internal dan Eksternal, Dimensi Struktural, serta Dimensi Fungsional. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga mengandalkan strategi komunikasi terbuka yang bersifat edukatif dan preventif untuk mencegah keterlibatan anak dalam judi online. Pendekatan ini mencakup pemberian pemahaman langsung kepada anak terkait definisi judi online serta dampak negatifnya terhadap aspek sosial, psikologis, dan ekonomi.
Copyrights © 2025