Penelitian ini mengeksplorasi penyebaran ajaran sufistik melalui akun TikTok @Al.Amiin.id dengan menyoroti bagaimana estetika visual, simbolisme, dan teknik naratif membentuk pesan spiritual bagi audiens muda di era digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi studi kasus kritis, menganalisis bagaimana elemen visual seperti warna, cahaya, dan metafora spiritual dikombinasikan dengan narasi emosional untuk menyampaikan nilai-nilai sufistik secara ringkas namun tetap bermakna. Berdasarkan teori framing dari Erving Goffman, penelitian ini menunjukkan bagaimana strategi pembingkaian membentuk persepsi audiens terhadap sufisme sebagai perjalanan spiritual yang personal dan relevan di tengah budaya media sosial yang serba cepat dan berorientasi visual. Meskipun TikTok membatasi durasi konten, akun @Al.Amiin.id mampu menjaga kedalaman makna sufistik melalui penggunaan narasi reflektif, musik latar, dan simbol visual yang kuat. Temuan menunjukkan bahwa strategi framing yang tepat tidak hanya mempertahankan inti ajaran sufistik, tetapi juga membangun keterhubungan emosional yang kuat dengan audiens digital. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana dakwah sufistik dapat disampaikan secara efektif dalam ruang digital tanpa kehilangan substansinya, sekaligus menjadi model pengembangan strategi dakwah keagamaan di masa depan.
Copyrights © 2025