Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Framing Dakwah Sufistik di TikTok: Menjaga Kedalaman Spiritualitas di Era Budaya Digital Makalalag, Panji Putrawan
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 6 No. 1 (2025): Caraka : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v6i1.210

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penyebaran ajaran sufistik melalui akun TikTok @Al.Amiin.id dengan menyoroti bagaimana estetika visual, simbolisme, dan teknik naratif membentuk pesan spiritual bagi audiens muda di era digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi studi kasus kritis, menganalisis bagaimana elemen visual seperti warna, cahaya, dan metafora spiritual dikombinasikan dengan narasi emosional untuk menyampaikan nilai-nilai sufistik secara ringkas namun tetap bermakna. Berdasarkan teori framing dari Erving Goffman, penelitian ini menunjukkan bagaimana strategi pembingkaian membentuk persepsi audiens terhadap sufisme sebagai perjalanan spiritual yang personal dan relevan di tengah budaya media sosial yang serba cepat dan berorientasi visual. Meskipun TikTok membatasi durasi konten, akun @Al.Amiin.id mampu menjaga kedalaman makna sufistik melalui penggunaan narasi reflektif, musik latar, dan simbol visual yang kuat. Temuan menunjukkan bahwa strategi framing yang tepat tidak hanya mempertahankan inti ajaran sufistik, tetapi juga membangun keterhubungan emosional yang kuat dengan audiens digital. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana dakwah sufistik dapat disampaikan secara efektif dalam ruang digital tanpa kehilangan substansinya, sekaligus menjadi model pengembangan strategi dakwah keagamaan di masa depan.  
Optimizing ZIS for Social Welfare: Integrating Religious Values, State Policy, and the Role of Social Workers in Indonesia Hakim, Budi Rahman; Makalalag, Panji Putrawan
Smart Society Vol 5, No 1 (2025): June (2025)
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/smartsociety.v5i1.746

Abstract

Despite numerous welfare programs, poverty and inequality persist in Indonesia. Islamic philanthropic instruments such as Zakat, Infaq, and Sadaqah (ZIS) hold great potential to complement state efforts. However, their effectiveness is hindered by fragmented governance, low public trust, and the underutilization of professional social workers. This study aims to conceptualize an integrative model for optimizing ZIS by aligning Islamic values, public policy frameworks, and social work practices. Employing a descriptive qualitative approach through a thematic literature review, this study analyzed academic publications, legal documents, and institutional reports. Findings propose a triadic synergy model comprising Islamic ethical principles, a supportive regulatory environment, and professional social work engagement to enhance inclusive and accountable ZIS governance. The model underscores the importance of distributive justice and sustainable empowerment for marginalized communities. This conceptual framework offers a foundation for developing Islamic social policy and invites empirical validation across diverse regions in Indonesia.