Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa banyaknya buku teks pelajaran bahasa Indonesia yang belum menjadikan ekokritik sastra atau karya sastra hijau sebagai referensi bacaan. Hal ini menyebabkan materi ajar yang guru berikan tentang lingkungan terlalu sedikit dan kurang efektif bagi siswa sehingga menjauhkan siswa dari sastra hijau. Usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan sastra hijau ialah mengkaji kumpulan puisi Kekasih Teluk karya Saras Dewi karena konsisten mengangkat isu kerusakan lingkungan. Hasil kajian ekokritik terhadap kumpulan puisi Kekasih Teluk karya Saras Dewi akan digunakan sebagai bahan untuk menyusun buku pengayaan pengetahuan sastra. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan struktur oposisi biner puisi, merepresentasikan krises lingkungan serta mendeskripsikan penyusunan buku pengayaan di SMA pada kumpulan puisi Kekasih Teluk karya Saras Dewi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan statistik deskriptif. Teori yang digunakan untuk membedah krisis lingkungan adalah teori ekokritik sastra Greg Garrard. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi keustakaan, metode wawancara dan metode kuisioner dibantu dengan teknik baca, catat serta teknik rekam. Metode hasil analisis data disajikan dengan menggunakan metode informal dan formal. Berdasarkan hasil analisis, disusun buku pengayaan yang berisi interpretasi puisi dengan pendekatan ekokritik. Buku ini telah diuji oleh enam validator yang terdiri dari ahli materi/isi dan ahli desain. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa buku pengayaan yang telah dirancang layak digunakan sebagai bahan ajar di SMA untuk dapat membangkitkan apresiasi dalam pembelajaran sastra serta dapat menumbuhkan rasa peduli lingkungan melalui sastra khususnya puisi.
Copyrights © 2025