Perkembangan manusia merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan perubahan fisik, kognitif, dan emosional. Masa kanak-kanak hingga remaja merupakan periode krusial di mana individu mengembangkan sikap dan nilai yang mempengaruhi pilihan dan hubungan sosial mereka. Namun, dalam fase ini, remaja juga rentan terhadap kenakalan, termasuk perilaku perundungan, yang seringkali disebabkan oleh kurangnya bimbingan dan pengawasan. Perundungan, baik verbal maupun non-verbal, menjadi masalah yang semakin kompleks, terutama di era globalisasi. Perundungan verbal, yang meliputi tindakan mengejek dan merendahkan, dapat memiliki dampak negatif signifikan terhadap kesehatan mental remaja, seperti kecemasan, depresi, dan hilangnya percaya diri, yang dapat berlanjut hingga masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai perundungan verbal di kalangan remaja berusia 12-18 tahun, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dan dampaknya di masa depan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa seluruh linear masyarakat memiliki pengaruh untuk membantu remaja dalam memerangi dan mengatasi perundungan verbal.
Copyrights © 2025