Stasiun Kampung Bandan memiliki peron bertingkat yang menjadi tantangan dalam mobilitas. Namun, sebagai stasiun transit yang melayani rute padat seperti KRL CikĀ EVALUASI JALUR PENUMPANG STASIUN BERDASARKAN AKSESIBILITAS TUNA DAKSA (STUDI DI STASIUN KAMPUNG BANDAN JAKARTA) arang dan Tanjung Priuk, penting bagi stasiun ini untuk memberikan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas tuna daksa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mobilitas bagi penyandang tuna daksa di stasiun kampung bandan. Kemudian mengidentifikasi dan menetapkan standar fasilitas dan sarana yang sesuai untuk stasiun ini agar dapat digunakan secara optimal oleh kaum disabilitas fisik. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan sarana dan prasarana mobilitas stasiun dan memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang kondisi fisiknya, dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan layanan transportasi publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif observasi. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari jurnal dan observasi lapangan, di mana peneliti mensimulasikan menjadi penyandang tuna daksa menggunakan tongkat jalan. Hasil observasi kemudian dibandingkan dengan prinsip desain universal yang telah dikaji penerapannya di stasiun pada pnelitian sebelumnya. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menyoroti urgensi perlunya perubahan dalam desain dan pengelolaan stasiun publik, terutama untuk memastikan bahwa aksesibilitas bagi semua pengguna menjadi prioritas.
Copyrights © 2025