Rhipicephalus sanguineus adalah ektoparasit yang sering menyerang anjing, menyebabkan masalah kesehatan seperti anemia, iritasi kulit, dan penurunan berat badan. Penggunaan obat sintetis seperti pyrethroid efektif tetapi memiliki efek samping berbahaya bagi hewan, manusia, dan lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi ekstrak etanol daun makassar (Brucea javanica [L.] Merr.) sebagai biopestisida alami untuk mengendalikan R. sanguineus, mengingat kandungan tanin dan terpenoidnya yang berpotensi sebagai antiparasit. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Hewan Politeknik Pertanian Negeri Kupang dari bulan Mei sampai November 2022. Daun Brucea javanica diekstraksi menggunakan etanol 96% dan diuapkan hingga terbentuk ekstrak semipadat, kemudian diencerkan menjadi konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, dengan kontrol positif Cypermethrin 100 g/L dan kontrol negatif aquades. Sebanyak 120 kutu dibagi ke dalam kelompok perlakuan dan diamati mortalitasnya setiap jam selama 8 jam. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak (10%, 20%, dan 30%) menyebabkan mortalitas kutu yang signifikan (P<0,05) dibandingkan kontrol negatif, meskipun tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif. Waktu penyemprotan optimal adalah 120 menit, dengan mortalitas tertinggi (1,80±2,111). Efektivitas ekstrak diduga berasal dari kandungan terpenoid yang mengganggu sistem saraf kutu dan tanin yang menghambat metabolisme. Namun, peningkatan konsentrasi tidak secara signifikan meningkatkan mortalitas, menunjukkan bahwa efek ekstrak mungkin telah mencapai titik optimal pada konsentrasi rendah. Ekstrak etanol daun Brucea javanica terbukti efektif sebagai biopestisida terhadap R. sanguineus, terutama pada waktu penyemprotan 120 menit. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengisolasi senyawa aktif dan menguji efikasi pada dosis yang lebih tinggi serta metode aplikasi yang lebih baik. Temuan ini menawarkan alternatif alami yang potensial untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis.
Copyrights © 2025