Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan pekerja di berbagai sektor, termasuk industri manufaktur. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pelatihan K3, terutama setelah pandemi COVID-19, pelatihan berbasis e-learning semakin diterapkan untuk memberikan fleksibilitas dan efisiensi. Namun, efektivitas pelatihan K3 berbasis e-learning di lingkungan manufaktur masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh attitude toward online education dan enjoyment terhadap learning outcome pada pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berbasis e-learning di perusahaan manufaktur. Dengan menggunakan pendekatan quantitative confirmatory, penelitian dilakukan pada 358 responden yang terdiri dari operator, foreman, dan section head di salah satu perusahaan manufaktur di Jakarta. Analisis data menggunakan Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) menunjukkan bahwa attitude toward online education berpengaruh positif dan signifikan terhadap enjoyment, enjoyment berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to use, dan intention to use berpengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral change. Namun, attitude toward online education tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap intention to use. Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan manufaktur dalam pengembangan strategi pelatihan K3 berbasis e-learning yang efektif, dengan menekankan pentingnya menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan untuk meningkatkan intention to use dan behavioral change terkait keselamatan kerja.
Copyrights © 2025