Komunikasi yang jelas dan tepat penting untuk memberikan asuhan keperawatan yang efektif, komunikasi terapeutik berbeda dari komunikasi sosial, yaitu pada komunikasi terapeutik selalu terdapat tujuan atau arah yang spesifik untuk komunikasi. Saat ini masih ada perawat yang belum melakukan komunikasi terapeutik sesuai dengan tahapan yang ada. Apalagi kasus tersebut terjadi di ruang yang memiliki kualitas pelayanan yang istimewa seperti ruang paviliun. Ruang paviliun merupakan ruangan yang memliki pelayanan prima, sehingga perawat yang berada di ruang tersebut diharapkan dapat melakukan pelayanan yang prima termasuk dalam hal komunikasi yang terapeutik. Berdasarkan hasil study pendahuluan di Ruang Paviliun RSUD Kab. Kediri Di Pare masih ada perawat yang belum melaksanakan komunikasi terapeutik sesuai dengan tahapan yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik.Desain penelitian yang digunakan adalah dengan Deskrptif. Dengan jumlah sampel 17 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Dan alat ukur pengambilan data berupa kuesioner tentang komunikasi terapeutik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik paling banyak yaitu nilai baik sebanyak 10 responden (59%), pengetahuan cukup 7 responden (41%) dan pengetahuan kurang 0 responden (0%).Dari hasil tersebut pihak rumah sakit masih perlu meningkatkan pengetahuan perawat, dari yang berpengetahuan cukup menjadi berpengetahuan baik. Kata Kunci   : Pengetahuan, Komunikasi Terapeutik
Copyrights © 2015