This Author published in this journals
All Journal Jurnal AKP
Anik Maftukhah, Anik
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK Maftukhah, Anik; Widoningrum, Titis
Jurnal AKP Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akp - Juni 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi yang jelas dan tepat penting untuk memberikan asuhan keperawatan yang efektif, komunikasi terapeutik berbeda dari komunikasi sosial, yaitu pada komunikasi terapeutik selalu terdapat tujuan atau arah yang spesifik untuk komunikasi. Saat ini masih ada perawat yang belum melakukan komunikasi terapeutik sesuai dengan tahapan yang ada. Apalagi kasus tersebut terjadi di ruang yang memiliki kualitas pelayanan yang istimewa seperti ruang paviliun. Ruang paviliun merupakan ruangan yang memliki pelayanan prima, sehingga perawat yang berada di ruang tersebut diharapkan dapat melakukan pelayanan yang prima termasuk dalam hal komunikasi yang terapeutik. Berdasarkan hasil study pendahuluan di Ruang Paviliun RSUD Kab. Kediri Di Pare masih ada perawat yang belum melaksanakan komunikasi terapeutik sesuai dengan tahapan yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik.Desain penelitian yang digunakan adalah dengan Deskrptif. Dengan jumlah sampel 17 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Dan alat ukur pengambilan data berupa kuesioner tentang komunikasi terapeutik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik paling banyak yaitu nilai baik sebanyak 10 responden (59%), pengetahuan cukup 7 responden (41%) dan pengetahuan kurang 0 responden (0%).Dari hasil tersebut pihak rumah sakit masih perlu meningkatkan pengetahuan perawat, dari yang berpengetahuan cukup menjadi berpengetahuan baik. Kata Kunci    :  Pengetahuan, Komunikasi Terapeutik
PENGETAHUAN IBU TENTANG MIE INSTAN DAN BAHAYANYA Azka, Achmad Nuri; Maftukhah, Anik
Jurnal AKP Vol 6, No 2 (2015): Jurnal AKP - Desember 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kemajuan zaman membuat segala sesuatu dilakukan dengan cepat, tidak terkecuali dalammenyiapkan hidangan yang dimakan, makin banyak orang yang mempercayakan urusan makanterhadap makanan siap saji. Salah satu makanan yang menjadi pilihan masyarakat adalah mie instan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang mie instan danbahayanya. Desain yang digunakan adalah deskriptif. Populasi sebanyak 28 responden. Sampel sebanyak28 responden dengan tehnik Total Sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibutentang mie instan dan bahayanya. Pengolahan data dengan cara editing, coding, scoring dan tabulatingkemudian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baiksebanyak 5 responden (14%), pengetahuan cukup sebanyak 10 responden (39%) dan pengetahuankurang sebanyak 13 responden (47%).Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar respondenpengetahuan tentang mie instan dan bahayanya adalah kurang Diharapkan bagi responden agar meningkatkan pengetahuan dengan cara membaca ataumencari informasi dari berbagai media masa tentang mie instan dan bahayanya. Disamping itudiharapkan bagi petugas kesehatan untuk selalu memberikan penyuluhan kesehatan tentang mie instandan bahayanya.Kata kunci : Pengetahuan, ibu, mie instan, bahaya
PENGARUH PERAWATAN PERIANAL DENGAN MINYAK KELAPA TERHADAP PENCEGAHAN TERJADINYA GANGGUAN INTEGRITAS JARINGAN KULIT PERIANAL PADA BAYI DIARE Maftukhah, Anik
Jurnal AKP Vol 4, No 2 (2013): Jurnal AKP - Desember 2013
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disintegrity perianal skin tissue is one of problem at diarrhea baby. It is a change wholeness perianal skin tissue that cause by diaper dermatitis or pants that contact with feces.            This reseach aim to prove the influence of perianal treatment using coconut oil to prevention disintegrity perianal skin tissue at diarrhoe baby.            This is quasy experimental study. The population is diarrhea baby that taken care in Gempol Primary Health Service. Sample is used by 36 responder teken by pursuant to criteria inclution. Demography data collected by kuesioner and to know integrity perianal skin tissue used observation sheet. Than analyse Based on statistical test using Mann Withney with significance level  α <0,05.            The result was found that  the influence of perianal treatment with coconut oil to prevention disintegrity perianal skin tissue on diarrhoea baby with significance level  of p= 0,001.            Based analyse result, it can be conclude that perianal treatment use coconut oil can be prevent disintegrity perianal skinn tissue on diarrhea baby couse coconut oil is emolion that contain tokoferol, laurat acid and caprilat acid. Perianal treatment on diarrhea baby in early can be prevent disintegrity perianal skin tissue so it can not be irritation. Keyword : Perianal treatment, coconut oil, disintegrity perianal skin tissue.
PENGETAHUAN IBU TENTANG MENGGOSOK GIGI Setiawan, Faqih; Maftukhah, Anik
Jurnal AKP Vol 7, No 1 (2016): Jurnal AKP - JUNI 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Menggosok  gigi  adalah  rutinitas  sehari-hari  yang  dilakukan  oleh  manusia,  manfaatnya  untuk menjaga gigi agar tetap sehat. Karies gigi merupakan gangguan kesehatan gigi yang buruk, dan sering kali dialami oleh anak-anak usia 4-6 tahun. Hal ini terjadi kira-kira anak-anak tidak mampu menggosok gigi  dengan  benar,  pola  makan  yang  buruk,hal  ini  peran  ibu  sangat  diperlukan  agar  membantu  anak mereka  dalam  mempertahankan  kesehatan  gigi.  Tujuan  dalam  penelitian  ini adalah  untuk  mengetahui Gambaran  Pengetahuan  Ibu  Tentang  Menggosok  Gigi  Sebelum  Tidur,  Setelah  Makan  dan  Bangun Tidur. Desain  penelitian  yang  digunakan  adalah  deskriptif,  populasi  yang  dipakai  adalah  ibu  yang anaknya  bersekolah  di  TK  Kusuma  Mulia  XVI  kelas  A  dan  B,  sampel  penelitian  sebanyak  35  ibu dengan  teknik  total  sampling.  Instrumen  penelitian  menggunakan    koesioner  dan  di  uji  dengan menggunakan Deskriptif Kuantitatif. Dari  hasil  koesioner  35  responden  ibu  didapatkan  pengetahuan  ibu  adalah  sedang  yaitu sebanyak  22  responden  (63%),  terbanyak  kedua  adalah  pengetahuan  ibu  baik  yaitu  sebanyak  7 responden  (20%),  pengetahuan  ibu  kurang  sebanyak  6  responden  (17%)  dan  pengetahuan  tidak mengerti sebanyak 0 responden (0%) Hasil  penelitian  didapatkan  berpengetahuan  sedang  separuh  lebih,  hal  ini  dipengaruhi  oleh tingkat responden memiliki anak berumur 20-30 tahun, dan separuh lebih hasil yang didapat responden tamat SMP, separuh lebih responden belum pernah mengikuti penyuluhan.   Kata kunci : Pengetahuan, Menggosok Gigi
HUBUNGAN ANTARA MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN SISWA KELAS XII MENGHADAPI UJIAN NASIONAL Kurniasari, Septi; Maftukhah, Anik
Jurnal AKP Vol 8, No 1 (2017): Jurnal AKP - Juni 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUjian nasional adalah ujian atau evaluasi belajar yang diadakan oleh Kemendiknas untuk menentukan kelulusan seorang siswa Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan siswa kelas XII menghadapi ujian nasional di SMA Dharma Wanita Pare Kediri Tahun 2016.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sebagai populasi adalah siswa dan siswi kelas XII SMA Dharma Wanita 1 Pare pada Tahun Ajaran 2013/2014 sebanyak 90 siswa. Sampel sebanyak 74 responden, diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Data mekanisme koping diolah dengan persentase, tingkat kecemasan dengan metode HARS ( Hamilton Anxiety Rating Scale ) dan hubungan kedua variabel dengan uji korelasi Spearman’s Rho.Hasil mekanisme koping siswa kelas XII dalam menghadapi ujian nasional 61 responden (82%) memiliki kategori mekanisme koping maladaptif. Hasil tingkat kecemasan siswa kelas XII menghadapi ujian nasional 41 responden (55%) memiliki kategori cemas berat. Hasil uji statistik Spearman’s didapatkan hasil ρ = 0,000 (< α = 0,05) korelasi 0,733 dapat diartikan bahwa ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan siswa kelas XII menghadapi ujian nasional.Dari hasil data disarankan untuk siswa kelas XII diharapkan lebih meningkatkan mekanisme koping dengan cara lebih aktif dengan mengikuti bimbingan belajar dari sekolah dan dari luar sekolah serta dengan mengikuti kegiatan keagamaan dapat mengurangi tingkat kecemasan dan menambah wawasan mekanisme koping.Kata kunci  : Mekanisme Koping, Tingkat Kecemasan, Ujian Nasional
GAMBARAN PENGETAHUAN DIET GOUT ARTRITIS PADA LANSIA Wibowo, Dwi; Maftukhah, Anik
Jurnal AKP Vol 8, No 2 (2017): Jurnal AKP - Desember 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGout atritis merupakan penyakit yang disebabkan tinggginya kadar asam urat di dalam darah. Banyak penderita gout artritis mengkomsumsi diet tinggi purin Bila terlalu banyak mengkomsumsi makanan mengandung purin maka kadar asam urat dalam tubuh akan tinggi. Dampak dari gout artritis yang tidak ditangani antara lain dapat menyebabkan jantung koroner, batu kemih dan gagal ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan Diet gout artritis pada lansia.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi sebanyak 36 responden dan sample berjumlah 24 responden. Penelitian ini menggunakan teknik proposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel di dasarkan pada suatu pertimbangan  tertentu yang dibuat oleh peneliti itu sendiri, berdasarkan ciri atau sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan diuji menggunakan rumus deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian pasien gout artritis tentang diet gout artritis dari 24 responden diketahui yang memiliki kriteria kurang ada 14 responden (58,3%), cukup ada 5 responden (20.8%) dan kriteria baik ada 5 responden (20.8%). Hal ini disebabkan karena mayoritas responden berusia 45-59 tahun yaitu lansia fase middle age, pada usia ini seseorang cenderung mengalami penurunan kemampuan dalam mencerna informasi sehingga pengetahuannya berkurang dan mayoritas lansia berpendidikan rendah ada 6 responden (26%) yang berpendidikan SD dan 13 responden (54%) yang tidak sekolah, pendidikan yang kurang akan menghambat pertimbangan sikap seseorang terhadap nilai nilai baru yang dperkenalkan sehingga pengetahuan yang dimiliki kurang.Dari hasil yang didapat maka peran perawat disini adalah memberikan informasi yang optimal kepada lansia tentang diet gout artritis.Kata kunci : Pengetahuan, Gout artritis, Diet ABSTRACTGout arthritis is defined as disease caused by high level of uric acid in blood. If someone consumes too much purine in foods, the level of uric acid will also high. The effects of gout arthritis that not being taken care well are such as coronary heart, urinary bladder and kidney fail. The purpose of this research is to identify description of knowledge about gout arthritis to the elders. Research design was descriptive. Population consisted of 36 respondents with sample size of 24 respondents. This research used purposive sampling technique namely sample collecting technique based on a certain consideration by researcher based on feature and characteristic that has been identified before. Data collecting method  using close questioner and will be tested by descriptive quantitative formula.Research result to gout arthritis patients about gout arthritis diet showed from 24 respondents; 14 respondents (58,3%) included in low criteria; 5 respondents (20,8%) included in fair category and 5 respondents (20,8%) included in good category. It was caused by most of respondents at the age of 45-49 years old namely the elders of middle age phase where in this age, they tended to experience decrease of ability in understanding information so their knowledge also decreased and most of respondents had low education background. There were 6 respondents (26%) had elementary school background and 13 respondents (54%) did not have education background. Low education would hamper consideration of one’s attitude to the new values that were introduced so knowledge level also low. From research result, the role of nurses is giving optimum information to the elders about gout arthritis diet.Key words : Knowledge, Gout arthritis, Diet